Perempuan dan Cara Berpakaiannya

Kembang Sepatu

sekelompok lelaki nongkrong dalam  gang di kampung sempit. Tak lama lewat perempuan dengan semua tonjolan ditubuhnya menyembul dari balik kaos dan jeans ketat.  Temans bisa mengira apa komentar mereka?

” Busyetttt itu perempuan…” yang diikuti suara cekikan dan omong tak bermutu tipikal Hitler.

Setidaknya begitu yang  saya dengar dalam sebuah warung beberapa hari lalu.

Saya yang duduk sambil menikmati kopi susu dan pisang goreng memasang kuping erat-erat atas pembicaraan tersebut. Senang saja mendengar mereka ngegosip. Memang wanita muda itu sexy,  buah dada besar, perut rata dan pantat nya mengingatkan pada para penari jaipong. Suami saya juga kagum dan menyebutnya bahenol.

Walau pernah menulis seperti ini sebelumnya, jadi pengen menulis tentang perempuan dalam jurnal kali ini.

Perempuan  bukan sekedar jenis kelamin.

Dalam konteks ini perempuan adalah inspirasi. Payudara dan pinggulnya tak cuma mengundang suit-suit  tapi juga sumber intreprestasi. Jika perempuan itu  menutupi seluruh anggota badan dengan pakaian longgar, para lelaki itu pasti mengasosiakannya sebagai perempuan baik-baik. Jika seperti contoh diatas  maka dianggap sebaliknya. Orang-orang yang mirip kelompok lelaki itu  merasa berhak berkomentar tak senonoh tentang perempuan yang mereka angap tidak baik. Dalam hati saya tertawa, kalau saja kalian sadar bahwa banyak dari jenis kalian yang telah jadi korban karena termakan asosiasi sendiri, pasti  komentar-komentar jail itu  takan keluar.

Tubuh perempuan tak pernah jadi miliknya sendiri.

Rahim dan payudara perempuan   jadi  sumber ide dari berbagai bentuk hukum dan aturan sosial  di seluruh dunia. Misalnya saat   mengandung yang membuat gerakan  melambat  adalah sumber yang memposisikan perempuan sebagai makhluk lemah.  Karena  yang  kuat  harus melindungi yang lemah maka berbagai macam aturan “perlindungan gender’pun lahir.  Karena perempuan juga terpaksa tinggal lebih lama dalam  gua  karena  melahirkan, menyusui dan merawat bayinya,  terus di fitrahkan sebagai mahkluk domestik feminism. Ini lah penyebab pemisahan perempuan diluar konteks dinamika maskulinisme.

Raga perempuan bukan sekedar alat reproduksi.

Rahim dan payudara juga penyebab revolusi sosial. Dari masyarakat berpindah (nomaden) menjadi masyarakat menetap dengan ditemukannya sistem bercocok  tanam. Bertempat tinggal di gua tak  menjamin selalu tersedia  binatang buruan.  Maka perempuan bergeser ke  tepi sungai. Ternyata sungai tidak hanya menawarkan ikan yang berlimpah, tapi juga air sebagai kebutuhan dasar untuk dalam membesarkan anak-anak. Belum lagi biji-biji sisa makanan yang dilempat sembarangan  tumbuh subur pada bantarannya. Dan kisah  bercocok tanam pun di mulai.

Sekarang masyarakat tak melulu hidup dari bercocok tanam. Pengetahuan dan pertukaran informasi menumbuhkan seni pemahaman lebih dalam terhadap anggota tubuh perempuan. Hanya saja memang tidak semua lelaki mengalami transformasi. Setidaknya  gerombolan dalam gang itu, yang masih memandang payudara dan pinggul sebagai sumber ide pikiran mesum.

Bagaimana dengan kamu temans, apa pikirmu tentang perempuan berpakain sexy?

 

49 thoughts on “Perempuan dan Cara Berpakaiannya

  1. sekarang kayaknya udah menjadi tren perempuan pake pakean sexi mbak. . .. entah bajunya yang kekurangan bahan, atau dandanan yang menor. . .

    jadi jangan salahkan para kaum lelaki menggoda. . .. yah ada sebab pasti ada akibatnya. . . semua da resikonya. .. entah baik ataupun buruk hehehehehe 🙂

    1. Iya mas, hidup di tengah masyarakat pasti mengandung resiko. Yang perlu dilakukan adalah menumbuhkan kesadaran dalam masyarakat seperti apa kita hidup. Kalau dalam masyarakat Indonesia, berpakaian minim akan menerima lebih banyak kritikan, itu mesti disadari oleh penggemar jenis pakaian tersebut. Disisi lain, kaum pengeritik juga harus sadar, bahwa cara berpikir dan bersikap kita terhadap sesuatu, tak mesti diikuti oleh semua orang 🙂

    1. Sexy itu hanya masalah persepsi Jeng Lid. Kita bisa mengatakan wanita seksi dengan pakaian lengkap maupun tanpa busana 🙂

  2. Memang tampil seksi / tertutup rapat adalah pilihan…dan mempunyai konsekwensi masing2… Semuanya kembali ke pilihan individu yg dipengaruhi budaya maupun adat kebiasaan keluarga juga ya mbak… Pilihanku? Jauh dari kata seksi tampaknya…hehe…

    1. Mbak Mechta, menurutku cara berpakain kita adalah yang paling pantas menurut selera kita. Jika tertutup dan jauh dari keseksian membuat kita nyaman, tak seorangpun berhak mengkritiknya. Begitu pula cara bepakaian minim, sepanjang belum mengganggu ketertiban umum, seperti yang dilakukan wanita muda dalam tulisanku ini, yah mengapa pula para lelaki itu harus jadi resek..:)

  3. Sains (Biologi): ‘laki laki adalah perempuan yang salah hormon’. Default manusia dan mamalia lain adalah perempuan, sampai usia 8 minggu dalam kandungan jenis kelamin semua manusia adalah perempuan, gelombang testosteron (kalau terjadi) yang membuat janin perempuan itu berubah menjadi laki2. Jadi laki2 adalah perempuan yang salah hormon dan bukan sebaliknya.

    “secara biologis alam merancang tubuh perempuan lebih tahan hidup ketimbang laki2, dulu perempuan diangap lemah dan kelihatan seolah-olah lemah karena dulu proses melahirkan membuat perempuan gampang mati, tapi sekarang ketika proses persalinan menjadi relatif aman baru kelihatan bahwa harapan hidup perempuan lebih tinggi dari laki-laki.

    ‘Pada saat usia subur, siklus hormon2 perempuan memelihara sistem jantung dan pembuluh darah jauh lebih baik ketimbang laki2, sehingga kita hampir tidak pernah mendapati perempuan usia subur mengalami serangan jantung. Nah setelah menopause resiko penyakit jantung koroner perempuan jadi sama dengan laki-laki”

    Itu bune cuplikan dr ‘malam2 ku bergentayangan’ di belantara untuk memuaskan keingintahuan. Itu ucapan dr neurosurgeon yg aku ngefans banget dg pemikirannya ttg alam dan sains..

    Patriarkhal adalah budaya selama sejarah kemanusiaan itu ada, dan itu disengaja, dan sampai sekarang belum berbalik lagi.

    1. Kayaknya hasil keluyuran malam-malammu menarik juga tuh Jeng Dyah..Jadi ingat Ercih Fromm tentang penciptaan lelai dalam tulisannya cinta dan gender. Abad pra industri menuntut tenaga kerja manusia yang banyak. Karena mampu melahirkan perempuan punya kedudukan terhormat ditengah masyarakat. Jadi kedudukan ibu sangat dihormati karena dia mampu berproduksi dan jadi pabrik tenaga kerja. Lelaki jadi cemburu. Karena lelaki tak mampu melahirkan lewat rahimnya, maka dia melahirkan lewat mulutnya. Caranya meminjam tangan dewa dengan memproklamirkan diri sebagai wakil di muka bumi..Itu kata Fromm

      Sementara Freud berpendapat lain lagi. Anatomi adalah takdir. Ketika gadis kecil mendapat dirinya tak memiliki organ kelamin laki-laki dia sangat terkejut dan mengaanggap dirinya punya kekurangan. Dia merasa tak memiliki sesuatu yang seharusnya dimiliki. Itu yang membawa kecemburuannya pada lelaki. Kemudian dia akan menutupi inferioritas dan iri hati tersebut dengan mencari subtituen organ lelaki pada anak-anak dan suaminya ataupun kepemilikan benda…

      Hahaha..jadi ngerti kan sekarang dari mana asal pemikiran kalau perempuan itu matre…

  4. Kalau istilah sexy ditujukan pada laki2 kok jarang ya Mbak.
    Apalagi istilah “bahenol”, makin jarang kayaknya istilah itu dialamatkan pada laki2…
    Atau istilah itu memang hanya buat wanita ya?

  5. wew, menurut kabar, bahwa adanya era hot pan seperti sekarang, maka tidak menutup kemungkinan akan ada lagi era bugil nantinya, wew,kalau sudah begitu, apa jadinya masa depan nanti, kamin sadis toh,
    disadari atau tidak, perempuan mempunyai posisi penting dalam rantai kehidupan, jdi saya bingung intinya, hehehe :p

    1. Barat itu sudah sedemikian revolusionernya dalam berpakaian. Tapi nude di depan public tetap dilarang Sob..Jadi kalaupun nanti datang jamannya bugil, kayaknya harus didahului revolusi sosial besar2an dulu deh. Misalnya karena terus menerus menelan makanan mengandung pestisida, seluruh kulit umat manusia alergi terhadap tekstil. Mau gak mau yah harus berbugil ria deh…:)

  6. seksi itu bisa di lihat dari banyak sisi kalau perempuan. Bentuk fisik adalah salah satunya dan biasanya sering dijadikan bahan pelecehan oleh kaum lelaki. Tapi biasakanlah melihat hal hal yang seksi sehingga ia menjadi benar benar seksi dalam cara pandang yang lebih baik. Tidak memakai nafsu ataupun mesum.

    1. Biasanya kalau lelaki sdh terbiasa terpapar pada yg seksi-seksi sdh gak begitu sensitif ya Bro. Yang sensitif itu yang jarang melihat yang seksi-seksi 🙂

  7. perempuan berpakaian sexy? Nggak mau munafik, saya juga suka lihat perempuan berpakaian sexy. Tetapi sexy yang bagus justru yang tidak seronok, tetapi menarik dan nyaman dilihat. Berpakaian tertutup asalkan enak dilihat juga bisa dikatakan sexy, tergantung persepsi orang yang melihatnya…
    salam kenal ya Bu….

    1. Memang Mas Frans, seksi adalah soal sudut pandang. Yang seumur-umur gak pernah melihat tangan perempuan, tentu berpikir bahwa perempuan yang tangannya terulur dari ujung baju sebagai seksi. Darahnya pasti langsung srrrrr..hehehe…

  8. Aku gak mau ngomong apa-apa soal keseksian. Aku cuma mau bilang, aku sukaaa sama tulisan mbak Evi ini. Mewakili banget deh dengan apa yang aku pikirkan 😀

    What a great writing mbak! 😉

  9. kalau aku cenderung suka dengan gaya busana wanita yang minim colour alias kalau mengenakan busana hanya memakai 2 jenis warna aja jangan warna warni soalnya norak kelihatan’a

  10. cara berpakaian adalah sebuah pilihan untuk mengapresiasikan diri,
    tapi lihat2 tempat dan kondisi juga penting, tapi kadang yang membuat pikiran lelaki itu rada2 sepertinya bahasa tubuh yang menyertainya yaa 🙂

    1. Suatu masyarakat punya aturan tak tertulis bagaimana cara berpakaian seseorang. Karena itu, emang, kita perlu lihat-lihat lingkungan dimana kita berada. Sebagian perempuan suka menggunakan bahasa tubuh untuk memikat lawannya jenisnya. Tapi tak sedikit pula lelaki yg ke-GR-an bahwa cara berpakaian perempuan seolah ditujukan kepada mereka. Begitu pendapat saya Buk Salma 🙂

  11. kalau dari hati yang paling dalam, saya sih agak risih melihat perempuan yang berpakaian terlalu seksi. sebagai perempuan entah kenapa saya suka ngga enak sendiri ngeliat pemandangan seperti itu. cuma kalau logika saya berpendapat, itu hak asasi mereka. pilihan mereka mau pakai baju seperti apa. yang penting apa yang dipakai seusai dengan tempat dan waktunya. kalau ke pasar ya pakailah pakaian yg pantas, pakai bikini ya pas di pantai atau kolam renang aja.

    1. Kita sependapat Miss, seratus persen. Kadang kalau melihat ABG yg cuma pakai cancut ke Mall bikin saya bertanya-tanya, kok mamanya kasih ya anak perempuannya berpakaian seperti itu…Tapi memang ada golongan dalam masyarakat kita yang tak masalah memperlihatkan batang paha mereka kepada khlayak. Kita tak bisa melarang. Yang bisa dilakukan hanya mendidik keluarga terdekat agar tak berperilaku seperti itu 🙂

  12. memang benar, berpakaian sexy adalah pilihan,
    namun begitu para perempuan inipun harus mau menerima resikonya dgn berbusana demikian……………
    ini menurut aku lho ya Evi 🙂

    lagi pula , keseksian itu gak melulu melalui penampilan yg seronok .
    bagiku pribadi perempuan itu seksi…..
    ketika dia pandai menulis , krn menulis itu seksi ……..
    seperti dirimu Vi…. 🙂

    juga banyak hal lain yg membuat perempuan terlihat seksi ….
    smart , banyak senyum dan kaya hati juga sekian dr keseksian seorang perempuan 🙂
    ( ini juga lagi lagi hanya menurutku) 😛
    salam

    1. Iya Bunda, perempuan berpakaian minim gak perlu teriak-teriak minta dihargai haknya sebab para pengeritik juga sedang mensuarakan hak mereka agar mereka berpakaian sesuai asas patut seperti yg ada dalam benak mereka hahaha..Bingungkan kalau aku ngomong kayak gini Bun…

      Hm yah, keseksian perempuan tak melulu dari tubuh. Walau tubuhlah yang paling utama mewakili mengapa seseorang disebut seksi, kan gampang banget kelihatannya. Namun jika ada yang bermaksud memikat seseorang dengan keseksiannya, lakukan dengan otak, bukan dengan tubuh. Karena pemakaian otak lebih dihargai sepuluh kali lipat ketimbang menggunakan tubuh..

      Thanks atas pujiannya. Bunda juga tampak seksi dengan puisi-puisi cinta dan kehidupannya 🙂

  13. Sebagai laki-laki tentunya saya juga suka melihat perempuan yang cara berpakaiannya serba ‘minimalis’. Tetapi saya akan sangat setuju jika aturan berpakaian yang berlaku di Aceh juga diberlakukan di seluruh Indonesia (setidaknya).
    Alasan saya cukup egois, yaitu karena saya punya anak perempuan. Saya tidak mau kalo dia sudah besar nanti ikut-ikut trend pake baju yang cuma sepotong.

    1. Harapan wajar seorang ayah dari anak perempuan yg sebentar lagi tumbuh besar Mas Nando. Saya tidak punya anak perempuan, tak begitu merasakan apa yg dirasakan orang tua yang punya anak perempuan bila lingkungan penuh oleh gadis-gadis berpenampilan busana minimalis..Semoga tak terjadi apa yg menjadi kekuatirannya ya Mas 🙂

  14. Pria dan wanita itu tubuhnya bukan miliknya, kalo wanita alasannya sudah dikemukakan diatas, kalo pria karena menjadi korban stigmasi bahwa pekerjaan berbahaya dan menantang maut adalah milik pria dan mereka digaji tinggi karena hal ini. Untuk siapa pria melakukan “pekerjaan berbahaya” ini? Tentu saja mayoritas akan bilang: keluarga. Keluarga tentu saja termasuk didalamnya wanita. Ini dari sudut pandang yang lain lho… 🙂

    Mengenai wanita berpakaian sexy? Menurut saya itu lebih menyiksa pria ketika melihatnya daripada wanita telanjang atau wanita dengan pakaian longgar. Sesuatu yang hanya terlihat sedikit, lebih menggoda daripada yang tidak terlihat atau terlihat semuanya. Dengan terlihat lekuk-lekuknya menimbulkan imajinasi yang melayang kemana-mana. Hehehehe…

    1. Baik pria maupun wanita, ternyata kita tak memiliki tubuh kita sendiri rupanya Mas Iwan..Kesepakatan bersama yang mengkristal dalam pemeo, slogan dan mitos telah membuat kita terikat pada stigma. Kalau dipikir, seru juga memperhatikan bagaimana masyarakat membentuk keteraturan yah..Pria ditakdirkan sebagai yang kuat yang tugasnya melindungi wanita..Bahkan pekerjaan kasar akan diberikan padanya untuk mengayomi wanita…Idealisme yang tertanam dalam pusat bawah sadar kita rupanya seperti itu. Walau secara fakta, tak semuanya begitu 🙂

      Kalau sudah terpampang begitu saja di depan mata, seperti yg biasa kita lihat di papua, kayaknya tak menerbitkan sesuatu ya Mas hehehe..

  15. Memang sih mba cara berbusana kita adalah pilihan…
    definisi seksi pun masih beragam dan sangat relatif…
    Sebagai sesama manusia yang masih punya banyak kaekurangan, aku berusaha untuk tidak menjudge siapa pun itu yang berbusana seksi *kecuali Jupe…hihihi*…

    Justru…justru nih yaaaa…kalo aku boleh jujur…
    Aku malahan belum berani memakai jilbab yang tertutup banget lho mba…
    Kalo ada acara pengajian/syukuran, aku masih memakai kerudung/pashmina yang diselempangkan ke rambut…karena menurutku…jilbab itu bukan pakaian…tapi keputusan…
    Walaupun sepertinya aku suka diomongin ibu ibu se komplek karena hal itu…aku merasa gak perlu menjelaskan apa pun sama siapapun…
    Hubungan sama Tuhan…merupakan hubungan yang sangat pribadi yang gak perlu aku ekspose kemana mana…bahkan jauh lebih pribadi dari hubunganku sama abah yang justru aku umbar aibnya di seantero blog…hihihi…

    1. Setuju sama pendapat Bibi Titi Teliti 🙂
      Saya alhamdulillah sudah berjilbab selama 18 tahun tetapi saya tidak menjudge orang dari pakaian meski saya punya pendapat pribadi ttg itu ya. Tapi dalam berhubungan dengan orang, sy pegang pendapat seperti pendapat Bibi Titi. Bagi saya, saya menghargai dan menghormati siapa saja yang berpakaian sopan … yang tidak mengumbar dada dan pahanya ^__^

      1. Aku juga begitu Mbak Mugni, ditambah satu lagi, asal gak petentang-petenteng di dedapan para lelaki yang aku cintai hahahaa…

    2. Dear, Bibi Titi Teliti yang cantik..:)
      Apa-apa yang kita lakukan sekarang tidak pernah datang dari diri kita sendiri. Memutuskan berjilbab atau tidak juga datang dari luar. Saat-saat kita menerima sosialisasi ari lingkungan mana yang baik dan mana yang tidak. Tetangga bibi yang suka bisik-bisik karena bibi tak berkerudung penuh sementara dia melakukannya, juga tak datang dari dirinya sendiri. Itu datang dari sosialisasi orang lain, yang dia anggap bagus lalu diadobsi..
      Jadi emang bijak ketika bibi merasa tak perlu menjelaskan pada siapa-siapa kecuali Tuhan..Dia yang paling ngerti apa yg ada dalam hati kita..Dan aku yakin dia yang maha mengerti itu mengerti sangat lah mengapa kita beda dengan yang lain heheeh..

      Halaaaaa…ngomong apa sih aku heheeh..

  16. Nice posting mbak.
    Benar itu. Dulu saya suka merhatiin cowok2 yang berdiri di jalan. Dan tahukah mbak, bagian apa yang banyak diperhatikan cowok2 yang sedang cuci mata di jalan? Kalo bukan dada ya bokong….

    Kalo yg begini ditanyakan ke artis2 pasti deh jawabannya excuse banget … 🙂

    1. Begitulah Mbak Mugni, everything has its own reasons..Si artis punya dalih mengapa dia berpakaian demikian..Dan si penggemar dada-bokong juga punya dalih mengapa mereka suit-suit di tepi jalan…Itulah kehebatan manusia dengan bahasanya 🙂

  17. Nice posting mbak.
    Benar itu. Dulu saya suka merhatiin cowok2 yang berdiri di jalan. Dan tahukah mbak, bagian apa yang banyak diperhatikan cowok2 yang sedang cuci mata di jalan? Kalo bukan dada ya bokong….

    Kalo yg begini ditanyakan ke artis2 pasti deh jawabannya excuse banget … 🙂

    http://mugniarm.blogspot.com

  18. Tidak menjamin juga mbak kalau berpakain longgar itu baik-baik mbak, yach kalau saya melihat seperti gambaran di atas paling saya bilang dalam hati, mmm bodynya bagus, semoga hatinya juga bagus heee, sexy heee sampai sekarang belum terbayang tentang itu, karena saya melihatnya biasa saja mbak..

    1. Memang Bli, kita tak bisa menilai dalamnya seseorang dari pakaian yang dikenakannya. Itu kan hanya asesoris. Tapi asosiasi emang sudah begitu, bahwa wanita berpakaian longgar dan tertutup dianggap wanita baik-baik..

  19. Postingan yang menarik mbak.
    Menurut saya, perempuan diciptakan secara unik oleh Allah sehingga membuat kaum adam akan selalu tertarik. Begitu juga dengan sebaliknya, wanita terhadap laki-laki. Fitrah ketertarikan ini membuat keduanya saling membutuhkan. Namun jika fitrah ketertarikan ini dibuat untuk hal-hal yang tidak baik maka hasilnya pun tidak akan baik juga. Misal seperti yang dijelaskan mbak evi diatas. Cenderung pandangan lelaki terhadap perempuan berpakaian seksi selalu mesum. Karena ini memag fitrah hakiki seorang laki-laki yang masih normal. Bukankah sebaiknya pakaian seksi itu hanya kepada suami saja, sehingga melahirkan keluarga yang bahagia ^_^.

    1. Ketertarikan fisik antara dua jenis kelamin emang fitrah mas Fifin..Begitu pula sesuatu menggeliat di dalam tatkala memandangi daerah-daerah tertentu pada lawan jenis kita. Yang gak boleh mungkin menghinakan, memberi komentar tak senonoh ya Mas..:)

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?