Mengenal Ular Lebih Dekat

Lidah ular bercabang dua

Tak ada kehadiran hewan yang paling sering disalah artikan selain ular. Imaji hewan melata ini dalam kebudyaan kita begitu buruk. Dia muncul  sebagai perlambang dari penggoda, setan, kekuatan gelap, tukang sihir dan ilmu hitam. Bahkan tak sedikit peribahasa berkonotasi negatif refrensinya adalah ular. Pernah dengar orang mengatakan bagai ular berkepala dua kan? Itu dialamatkan pada orang munafik dan tukang fitnah. Bagai ketiak ular untuk mereka yang tak konsisten dan mudah berubah pikiran.

Saya takut ular. Tapi untuk memenuhi rasa ingin tahu maka ikut menongkrongi workshop tentang King Cobra  oleh Indonesia Snakes Handler, pada Festival Desa 2012 kemarin.

Ular Beracun

King Cobra ternyata banyak jenisnya. Mulai dari yang berbisa sedikit sampai yang paling berbisa. Yang saya potret ini adalah jenis yang paling berbisa. Sanggup mematikan gajah dalam waktu 5 jam. Sedang manusia yang tergigit akan selesai dalam 2 jam saja.

Pada jenis-jenis tertentu ular tidak berbisa. Pada jenis lain seperti King Cobra ini bisanya  amat beracun. Dan umumnya bentuk ular selalu  menakutkan. Mungkin itu  penyebab mengapa ular bereputasi sangat buruk dalam peradaban kita. Maka kalau melihat ular insting membunuh manusia langsung ke luar. Kalau ularnya kecil orang akan mencari galah untuk memukulnya sampai mati. Tapi kalau besar dan panjang, ular langsung menguasai kita dengan rasa takut amat dalam. Pada situasi seperti itu baru kepikiran mencari pawang ular.

Kong Cobra yang beracun dan menakutkan itu

Rantai Makanan

Manusia dan ular punya teritori masing-masing. Sepanjang tidak membuat perlintasan antar teritori tak perlu ada yang dikorbankan. Sayangnya manusia selalu di desak kebutuhan, ekspansi lahan  dan  menerabas ke wilayah hidup makhluk melata ini. Tak heran akhirnya mereka kocar-kacir, mencari makan ke kampung-kampung dengan mencuri ternak, atau menempuh kesialan dengan melintasi jalan manusia yang berakhir dengan pembunuhan.

Padahal makhluk bersisik ini masuk ke dalam rantai makanan. Diawali oleh tumbuhan sebagai produsen yang akan dimakan oleh komsumen pertama seperti tikus. Tikus dimakan oleh ular. Ular mati dan mengurai di tanah akan kembali pada kesuburan tanaman.

Kalau begini dia anggun juga ya?

Ular Tak Takut Garam

Bahwa ular takut garam sudah terlanjur menyebar di masyarakat. Saya dulu kalau camping sekeliling tenda ditaburi garam agar ular enggan mendekat. Tapi ternyata itu mitos. Ular tidak takut garam. Selain dia tidak berlendir seperti belut, kru Indonesia Snakes Handler sudah melakukan berbagai percobaan untuk mengatakan bahwa mitos itu tidak betul.

Ular menyukai lingkungan lembab. Maka sesekali dia perlu disemprot

Walau lebih paham sedikit tentang ular tapi tetap saja saya takut kepadanya 🙂 Lihatlah betapa jumawanya dia!

Bagaimana denganmu kawans, pernah kah bertemu ular yang membuatmu lari puntang-panting?

–Evi

32 thoughts on “Mengenal Ular Lebih Dekat

    1. seperti pengantin dimandikan yo May. Melihat foto ini aku jg kagum pd diri sendiri. Eh tapi disana kan ada pawangnya May, ya gak gitu takut deh

  1. Hii..saya juga takut ular… Tapi, Allah memang maha adil ya mbak..selalu ada sisi positif juga pada makhluk yg sering dinilai negatif ini… Ada kecantikan yg eksotis (halah…bahasane..hehe..) terlihat dari pose2 ular dengan kulit indahnya…

    1. Setuju Mb Mechta, Allah tak menciptakan sesuatu dng sia2. Kulit ular emang eksotis, apa lagi kalau sdh jd tas dan dompet 🙂

  2. waduh foto fotonya bagus… ini beneran punya sendiri ulernya nih… kalau tidak salah pernah datang ke pameran reptil di jakarta.. ularnya bagus bagus.. pernah tahu ada pameran reptil?

    1. Kayakny ular ini emang milik Indonesian Snakes Handler sob. Lembaga ini memberi pelatihan utk mereka yg kerjanya bakal banyak ketemu ular deh. Aku gak tahu kalau ada yg namanya pameran reptil Sob 🙂

  3. Hewsn ini memang membuat orang pada takut Sob, namun dengan kita mengetahui untuk menjinakkannya maka kita dapat hidup bersahabat dengan mereka, namun tetaplah harus berhati-hati.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

      1. Ternyata untuk jadi pawang ular bisa dipelajari lho Bli Astawa. Itu bukan ilmu kanuragan, yg boleh didapat dari kekuatan gaib 🙂

  4. Mbak Evi, saya baru tau kalau ternyata ular tak takut garam. Berarti itu hanya sugesti aja ya? Wah saya jadi bingung harus dengan apa menangkal ular biar nggak masuk rumah. Soalnya kami tinggal dekat rerimbunan perdu mirip hutan gitu.

    1. Betul Bli, ular ternyata tak takut garam. Menurut pawang ular yg saya dengar, untuk mencegah mereka masuk rumah, adalah memastikan lingkungan sekitar bukan tempat favorite bersembunyi ular. Mencegah rumput jangan panjang, menyapu rontokan daun dll, pokoknya lingkungan sekitar tanah harus bersih. Setelah itu kan dipasaran ada dijual semacam obat pembasmi hama, diletakan dilubang-lubang yg kira-kira memungkinkan ular masuk 🙂

  5. kalau waktu kuliah dulu sempat sih belajar tentang ular, tapi bukan untuk jadi pawang, hanya mempelajari struktur morfologinya saja dan sedikit membedakan yang beracun dan tidak beracun, itupun yang dijadikan contoh bukan ular yang hidup

  6. saya suka photo yang terahir.. seolah berkata “inilah aku King Cobra”

    tapi di tempat saya yang paling di takuti itu (oray taneuh) dalam bahasa indonesianya saya gak tau ular apa namanya ?

    1. Hehehe..bentuk kepala dan matanya amat menakutkan Kang Yayan. Tapi kalau melihat fotonya begini, kelihatan dia bersahabat juga ya. Tapi emang, ular hanya akan menyerang kalau dia merasa terancam…

      1. mungkin itulah bentuk pertahananya Bu, untuk mengintimidasi musuh atau pengganggu..

        hehehe tapi tetap saja kalau ketemu ular saya takut …

  7. waktu kecil dikampung pernah melihat si cobra yang membuat orang sekampung heboh, tapi lupa cara mereka melumpuhkannya,
    kalau habitatnya gak terganggu mereka juga gak mengganggu ya.

    1. Biasanya ular yang naysar masuk kampung berakhir dengan pembunuhan. Karena itu satu-satunya cara yg diketahui oleh orang banyak, Uni Salma:)
      Iya ular tak akan mengganggu kalau kita tak mengusik duluan

  8. Aku waktu kecil pernah ketemu sama ular, mbak. Waktu itu aku masih balita, ngeliat ada hewan melata masuk ke kolong tempat tidur papa dan mama. Tapi waktu itu aku bukannya lari, malah penasaran ngintip ke bawah kolong. Trus setelah aku liat itu ular, dengan tenangnya aku keluar kamar trus bilang ke mama, “Ma…ada ular di kamar”. Mama malah yang mo pingsan dengarnya…hahaha..

    Kalo sekarang sih aku takut banget mbak sama ular. Moga deh sampe kapanpun gak akan pernah ketemu langsung sama si ular 😀

    1. Hahaha..Makhluk belum berdosa emang gak takut apapun ya Jeng. even itu ular. Mungkin waktu itu dirimu berpikir, wah mainan apa tuh yg menggeliat di kolong ranjang..Tapi pengetahuan dan kedewasaan membuat kita takut banyak hal, termasuk ular. Ironis ya umat manusia

  9. WOW .. foto fotonya mbak ….. mengagumkan, bagus sekali kayak foto foto di majalah 🙂

    aku dha lama nggak lihat ular mbak, takut

    1. Aiiih Mbak Ely berlebihan mujinya. Tapi thanks ya..Pengen banget bisa moto kayak photographernya National Geographyc hehehe..Nah ular itu emang bukan makhluk yang biasa hidup diantara kita. Kayaknya jarang perempuan yg gak takut pada ular 🙂

  10. buk, dhe absen aja yaa.. gk tega mo baca.. kalo liat ular di TV gk masalah, tapi kok liat dalam jarak dekat kayak gini mendadak langsung merinding.. 😐

  11. bunda super, suka juga dengan ular..
    Kalau di pelajaran IPA kelas 4 dulu, ular sering dijadikan contoh dalam kelas rantai makanan. Soalnya sangat membantu memakan tikus di ladang.
    sayangnya ular yang dikebun binatang terkadang tidak mendapatkan perhatian seperti yang bunda paparkan. Ular juga ingin nyaman kan..

    1. Pengrusakan lingkungan merusak ekosistem, yg jadi korbannya ular. Akhirnya tikus meraja lela, jd hama tanaman padi. Pelajaran SD kita ternyata sama ya Tin hehe
      .

  12. Kobra sebenarnya ular pemalu dan penurut lho bu. Dulu waktu masih kerja di Banten, saya sering nangkepin ular kobra hitam, namun yg pernah saya tangkap yg paling besar seukuran pergelangan tangan gadis umur 15 tahun. Nah kalau yg ini akhirnya dieksekusi, soalnya ada yg tertarik dengan kulitnya untuk sarung golok…hehehe.

    Di sana itu yg paling ditakuti sama penduduk setempat itu namanya ular tanah. Keluarnya malam hari, warnanya coklat muda atau tua dan bercorak. Dengan muka segetiga lancip. Nah kalau ular ini ketemu orang malah nantangin, beda dengan kobra. Kalau kobra mendengar langkah orang saja sudah kabur ngumpet, kalau ular tanah kebalikannya, langsung siaga siap nyerang.

    Selama kita tahu teknik menangkap ular dan jenis2 ular..insya Allah gak bakal takut.. namun tetap harus waspada.

  13. Waktu kecil, saya pernah ketemu ular, yang ternyata sedang bertapa. Betapa bodohnya saya, ular itu saya main-mainkan …
    Ular itu tidak dibunuh, dan hanya dibuang … Dan malam harinya itu ular ternyata datang lagi dan bisa ngomong … Serem ya …

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?