Maksimalkan Fungsi Barang

image

Maksimalkan fungsi barang. Sering dapat kartu undangan cantik  terbuat dari kertas mewah. Sekalipun sayang akhirnya undangan tersebut masuk keranjang sampah setelah acaranya berakhir. Untuk apa disimpan, tak ada gunanya selain memenuhi  rumah.

Maka ide undangan yang ditulis diatas kipas rangka bambu ini boleh juga. Walau acaranya telah lewat, kipas ini tak perlu dibuang.Kita  bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Kalau musim panas dan ruangan terasa sumuk kipas bambu langsung bisa difungsikan.

Gimana pendapatmu temans, lebih suka pada undangam kipas ini atau kertas luks yg akhirnya dibuang?

— Evi

From WordPress Mobile

21 thoughts on “Maksimalkan Fungsi Barang

  1. Memaksimalkan fungsi barang, asiik Uni … bahkan undanganpun berdayaguna. Dalam skala luas mengurangi pemborosan kertas, pulp, menekan penebangan wow sangat bermakna. Salam

    1. Mbak Prih, iya setuju memaksimalkan penggunaan barang selaras dengan melestarikan alam.Kertas2 cantik yg sekali pakai itu kan berasal dari bubur kertas yang terbuat dari kayu-kayu yg dibabat dari hutan kita. Jika pemakaian kertas diminimalkan, setidaknya ada usaha menghemat sumber daya hutan yah..:)

  2. Idenya bagus, Mbak. Undangan berupa kipas. Jadi lebih berguna. Sehingga kita mungkin menyimpannya. Siapa tahu dibutuhkan.

    Saya juga tak pernah menyimpan kartu undangan, walaupun kertasnya bagus dan mahal.

    1. Barang-barang disposible itu emang boros Mbak..Ngajarin orang terus membeli dan di sisi yang lain orang terus berproduksi..Kurang mikirin dampaknya pada bumi kita..Semoga saja kita tambah kreatif ya..Tetap nyetak dan kirim undangan tapi barangnya masih bisa digunakan 🙂

  3. nah kalau begitu, diriku minta undangannya dalam bentuk mug gelas aja ya, soanya kipas nggak seberapa kepake di kotaku nan adem. nanti gelasnya diisi kopi untuk menghangatkan badan 😀

    1. Undang dari mug? Wah ide keren ini Pak..Mugnya bisa dari keramik yang sudah punya tehnik cetakan canggih sekarang. Bisa juga dari kayu seperti kayu aren, kelapa dan bambu..Untuk awal2nya mungkin mahal kali yah..tapi kalau sdh memasyarakat, pengusaha akan menemukan cara yg murah untuk membuat undangan mug ini..

    1. Nah undangan diatas celemek ini kreatif dan perlu di lestarikan..Mungkin akan diikuti oleh souvenir kali ya Mas Gie..

  4. bener Bu Evi, lebih baik kasih undangan yg bisa dipakai lagi
    aku pernah dpt undangan bentuknya mug sama CD lagulagu 🙂

  5. AKhir2 ini ada banyak undangan yang ketika acara usai masih bisa dipergunakan. Selain sebagai cendera mata, saya juga pernah dapat undangan yang bentuknya mirip buku agenda dan memang fisiknya berupa buku.
    Meski pestanya sudah lama usai, tapi Undangan itu masih bisa bermanfaat.
    ============================
    email saya sudah dibaca apa belum Mbak?

    1. Maaf Pak Mars, setelah saya cari-cari kok gak ada jawaban email dari bapak atas ya? Ke arenga(at)palmsugar kan ya Pak? Sudah beberapa kali saya sigi kok gak ada yah?
      Apakah Pak Mars sudi mengirim ulang ke indrawanto.evi(at)gmail(dot)com. Maaf merepotkan ya Pak Mars 🙂

  6. Saya bingung Mbak, kalo nerima undangan buat bos, tak taksir harganya sebiji nggak dapet Rp. 50.000,- kalau bikin, tapi habis itu dibuang. Orang kaya nggak pernah mikir apa ya, sayang banget buang-buang uang begitu….

    1. Itu juga yg jadi keprihatinanku Mbak. Mereka yang punya uang cukup tentu tak masalah mengeluarkan 50.000 untuk selembar undangan dengan kertas cantik. Itu mereka gunakan untuk menghormati yg diundang selain menunjukan kelas pengundangnya. Namun kok boros amat dengan resources alam ya. Untuk jadi kertas seperti itu sdh berapa lama pohon menumbuhkan kayu? Hanya untuk kemudian dipakai sekali lalu dibuang…

  7. Aku juga pernah mbak dapat undangan berbentuk kipas, sekali dan sampe sekarang masih aku simpan karena bisa dipakai.

    Aku sendiri seringkali merasa sayang utk membuang undangan2 yg bagus2 dan tebal itu. Tapi bingung juga mau diapakan.

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?